Dengan jarak sekitar 60 kilometer antara Purwakarta dan Sarimukti, pengangkutan sampah dinilai tidak efisien jika hanya mengandalkan armada kecil. DLH memperkirakan dibutuhkan kendaraan berkapasitas besar serta sistem ritase yang optimal, meski dalam praktiknya satu armada kemungkinan hanya mampu melakukan satu kali perjalanan dalam sehari.
Dari sisi anggaran, Erlan menyebutkan bahwa kebutuhan biaya operasional pengangkutan sampah ke Sarimukti mencapai sekitar Rp130 miliar per tahun. Angka tersebut masih harus dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), mengingat kondisi keuangan daerah saat ini tengah dalam kebijakan efisiensi.
“Pemerintah daerah harus benar-benar memastikan kesiapan anggaran. Ini bukan hanya soal teknis, tapi juga komitmen pembiayaan jangka panjang,” katanya.
Meski demikian, Erlan menegaskan bahwa penanganan TPA di Purwakarta sudah menjadi kebutuhan mendesak. Ia mengungkapkan, sistem open dumping yang digunakan selama lebih dari 20 tahun harus segera dihentikan karena berpotensi menimbulkan sanksi hukum jika tidak diperbaiki.




