Namun, realisasi pembangunan TPA baru terkendala berbagai faktor, termasuk keterbatasan anggaran dan penetapan tata ruang wilayah (RTRW) yang sudah berjalan.
Erlan menambahkan, pihaknya sebenarnya telah lama mengusulkan pembangunan TPA baru sebelum adanya tekanan sanksi. Namun hingga kini, usulan tersebut belum terealisasi.
“Secara perhitungan ekonomi, membangun TPA sendiri lebih menguntungkan. Tapi memang tantangannya ada di pembiayaan awal dan ketersediaan lahan,” pungkasnya. (Riyan Kurnia)




