Kasus Positif Covid-19 di Purwakarta Capai 148 Orang Dalam Sepekan

PURWAKARTAUPDATE.com | Kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Purwakarta tercatat setiap harinya ada penambahan jumlah warga yang terkonfirmasi positif terpapar virus tersebut.

Dari data yang dihimpun Satuan Tugas Penanganan dan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 setempat mencatat, pada Minggu (13/6/2021) jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid terdapat 148 orang.

Pekan kemarin, menjadi kasus tertinggi selama pandemi karena dalam rentan waktu tersebut warga yang terkonfirmasi positif mencapai lebih dari 100 orang.

Kembali bertambahnya jumlah warga yang terkonfirmasi positif ini jelas menjadi pukulan telak bagi jajaran pemerintahan setempat. Padahal, sejauh ini pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk meminimalisasi penyebaran virus tersebut.

Baca Juga:  Kiat Mengatasi Gangguan Kecemasan Berlebih Dengan 3 Cara Ini

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengaku sedih dengan kembali meningkatnya kasus Covid-19 di wiayahnya. Penambahan pasien positif yang terjadi di daerahnya ini karena beberapa hal. Misalnya, protokol kesehatan terkadang kurang dipatuhi oleh sebagian masyarakat.

“Lonjakan kasus saat ini, merupakan yang tertinggi sejak lima bulan terakhir. Libur Natal dan Tahun Baru tidak seperti ini,” ujar Anne dalam keterangannya, Senin (13/6/2021).

Anne tak menampik, pascalibur lebaran kemarin kenaikan kasus terpapar Covid-19 cukup signifikan. Dengan adanya lonjakan kasus ini, pihaknya terpaksa berlakukan aturan untuk pembatasan aktivitas warga. Termasuk, pembatasan jam operasional cafe-cafe, rumah makan, restoran. Bahkan destinasi wisata sudah ditutup sampai 20 Juni mendatang.

Baca Juga:  PPKM Darurat Bakal Diperpanjang? Pemkab Purwakarta Belum Bisa Memastikan

Selain membatasi operasional kafe dan resto, pihaknya pun sebenarnya sudah tidak mengeluarkan lagi rekomendasi untuk kegiatan respesi pernikahan atan hajatan sejak Selasa 8 Juni lalu. Tetapi sesuai dengan surat edaran Kementerian Agama, akad nikah boleh dilaksanakan.

“Hanya akad nikah saja. Resepsinya tidak ya,” jelas dia.

Anne menambahkan, sejauh ini jajarannya tak henti-hentinya terus melakukan sosialisasi agar warga mematuhi protokol kesehatan, karena pandemi ini masih belum selesai.

Ia juga meminta agar masyarakat tetap waspada dan tetap menjalankan anjuran pemerintah berkaitan dengan protokol kesehatan dalam adaptasi kebiasaan baru dimasa pandemi ini.(Red)

Baca Juga:  DPRD Jawa Barat Sebut Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Jabar Alami Penurunan

Selengkapnya, klik: www.jabarnews.com