“Pelatihan ini bertujuan membentuk personel Satpol PP yang tangguh secara fisik, kuat secara mental, disiplin, serta memiliki wawasan kebangsaan yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Brimob Kompi 3 Batalyon C Pelopor, Yosafat Jan Diocassa Agrephino, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan atas permintaan Pemerintah Kabupaten Purwakarta dengan fokus pada penguatan dasar kedisiplinan dan keterampilan teknis di lapangan.
“Peserta dibekali kemampuan baris-berbaris hingga teknik penggunaan tameng untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk saat menghadapi aksi unjuk rasa,” jelasnya.
Ia menambahkan, program pelatihan ini tidak berhenti pada satu angkatan saja. Ke depan, peserta akan dibagi dalam beberapa gelombang untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan lanjutan, khususnya terkait ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat (tramtibumas).




