Tak heran jika setiap pelaksanaan haul selalu dipadati ribuan jamaah. Selain menjadi ajang spiritual, kegiatan ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar dan semakin memperkuat citra Purwakarta sebagai kota religius.
Mama Sempur dikenal sebagai “Guru Peradaban”, sosok yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menanamkan nilai adab dalam kehidupan bermasyarakat.
Nilai inilah yang dinilai sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini, termasuk menyikapi viralnya kasus perundungan terhadap seorang guru di salah satu sekolah ternama di Purwakarta.
Kasus tersebut menuai perhatian luas masyarakat hingga mendapat sorotan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Meski para siswa telah meminta maaf dan guru yang bersangkutan telah memaafkan, persoalan adab dinilai tetap menjadi pekerjaan rumah bersama.





