Founder BELA PURWAKARTA, Aa Komara, yang turut hadir dalam Haul Akbar tersebut, menilai pentingnya pendidikan karakter berbasis sejarah lokal untuk membangun kembali rasa hormat terhadap guru dan ulama.
“Untuk ke sekian kalinya, kami mengusulkan agar riwayat ketokohan Mama Sempur dan sejumlah tokoh yang telah berjasa bagi Purwakarta dimasukkan dalam kurikulum muatan lokal untuk dipelajari nilai-nilai keteladanannya oleh para pelajar,” ujar Aa Komara, Minggu (26/4/2026).
Ia juga mengusulkan adanya kegiatan outing class ke situs-situs bersejarah tokoh besar Purwakarta seperti makam Mama Sempur di Plered, Syekh Baing Yusuf di Kaum, maupun Dalem Sholawat sebagai pendiri Purwakarta di Bogor.
“Output dari pembelajaran kesejarahan ini adalah para siswa menjadi semakin menghormati sosok seorang guru dan semakin menyadari betapa pentingnya peranan guru dalam perjalanan kehidupan,” katanya.





