Ragam

Sempat Dinobatkan Sebagai Sungai Terkotor di Dunia, Kondisi Citarum Kini Membaik

×

Sempat Dinobatkan Sebagai Sungai Terkotor di Dunia, Kondisi Citarum Kini Membaik

Sebarkan artikel ini
Sungai Citarum. (Biro Adpim Jabar)

Purwakarta Update | Sungai Citarum identik dengan pencemaran dan efek kerusakan lingkungan seperti banjir. Bahkan 2018 sempat dinobatkan sebagai sungai terkotor di dunia. Namun seiring dengan intervensi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI dan Polri, kondisi Citarum kini berangsur membaik.

Atas pencapaian tersebut, Komandan Satuan Tugas Citarum Harum Ridwan Kamil yang ditunjuk Pemerintah Pusat untuk mengoordinasi pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum mendapat kesempatan menyampaikan capaian tersebut.

Presentasi dilakukan di hadapan para pemimpin dunia dan stakeholders lingkungan hidup di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Dunia COP26 yang digelar di Venue Indonesia Pavilion at COP 26 – UNFCCC, Glasgow, Skotlandia, Selasa, 2 Oktober 2021.

Baca Juga:  Kenali Gizi Buruk Pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu Tanda Anak Kekurangan Gizi

Pada event tersebut, Ridwan Kamil menjadi salah satu panelis dalam dialog yang bertema ‘Panel Dialogue: Scaling Up Governance and Collaborative Actions In Combinating Marine Plastic Litter Towards Climate Actions In Indonesia.’ Bersama Menko Marvest Luhut B Pandjaitan, Menteri Lingkungan Hidup Denmark Leu Wermelin, Direktur Kerja Sama Internasional dan Infrastruktur Berkelanjutan, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang Ryuzo Sugimoto.

Pemulihan Citarum penting diketahui dunia bukan hanya karena statusnya sebagai sungai terpanjang di Jawa Barat. Citarum yang memiliki panjang 270 kilometer itu telah turun temurun menjadi sumber kehidupan bagi 18 juta warga di 13 kabupaten/kota yang dilintasi DAS. Sungai ini juga vital bagi kemakmuran 682.227 hektar lahan di 1.454 desa.

Baca Juga:  Ekonomi Tertekan? Ubah Status BPJS Mandiri ke PBI Tanpa Denda, Ini Caranya

Pada pengukuran kualitas air 2018 menunjukkan Citarum dalam kondisi cemar berat setara Indeks Kualitas Air (IKA) 33,43 poin. Namun angkanya terus membaik sejak 2020-2021 dan masuk kategori cemar ringan dengan IKA 55 poin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


https://bumimineralsulawesi.com/smelter

https://enspirestudio.com/about/