Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada plastik. Harga kedelai yang menjadi bahan baku utama tempe juga naik.”
Kedelai juga naik, dari Rp9.000-an sekarang hampir Rp11.000 per kilogram,”ujarnya.
Menghadapi situasi ini, Sujoyo mengaku harus mencari solusi agar produksinya tetap berjalan tanpa kehilangan pelanggan. Sujoyo memilih opsi mengurangi ukuran produk daripada menaikkan harga jual.
“Harganya tetap, tidak bisa dinaikkan begitu saja, takut tak laku. Jadi ukuranya yang dikurangi,” tambahnya.
Sujoyo mencontohkan, bungkusan tempe yang semula berisi kedelai dengan takaran 1 kg 40 ons. Kini dipangkas menjadi 1 kg 30 ons.
“Saat ini, saya menjual dua varian tempe. Ukuran Besar Rp 15.000 (takaran 1 kg 30 ons) dan ukuran kecil seharga Rp 5.000,” tandasnya.





