“KPH Purwakarta, khususnya wilayah BKPH Sadang, siap mendukung penuh pelaksanaan Job Training ini. Dipilihnya Petak 20 RPH Cempaka sebagai lokasi praktik menjadi momentum bagi kami untuk menunjukkan komitmen dalam pengelolaan tegakan secara presisi,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan didampingi oleh Perhutani Forestry Institute (PeFI) guna memastikan praktik yang dilakukan oleh jajaran Asper sesuai dengan kaidah teknis dan hasil riset kehutanan.
Fokus utama kegiatan ini adalah standarisasi operasional metode penjarangan kepada jajaran lapangan agar sesuai dengan prosedur kerja, dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian ekosistem hutan.
Kepala Divisi Pengelolaan Sumber Daya Hutan, Komarudin, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam siklus pengelolaan hutan.
“Kehadiran seluruh elemen manajemen, mulai dari tingkat pusat, institusi, hingga pelaksana lapangan, menunjukkan bahwa tahap penjarangan merupakan bagian krusial dalam siklus hidup hutan. Penjarangan bukan sekadar penebangan, melainkan proses seleksi untuk mengoptimalkan pertumbuhan tegakan. Sinergi antara perencanaan dan pelaksanaan menjadi kunci keberhasilan di lapangan,” ungkapnya.





