“Alhamdulillah, dengan adanya program ini kami akan segera mengupayakan kenaikan upah karyawan. Selama ini kami hanya bertahan, tapi sekarang ada peluang peningkatan kesejahteraan, termasuk asuransi bagi pekerja,” ujarnya.
Menurut Farid, kesiapan pelaku usaha di Plered cukup besar untuk menyambut lonjakan permintaan. Saat ini, terdapat sekitar 72 perusahaan genteng yang aktif berproduksi dengan berbagai jenis produk, mulai dari genteng plentong, turbo, morando hingga produk turunan seperti terakota, bata tempel, dan bata hebel.
Ia juga mengungkapkan bahwa tren permintaan saat ini didominasi oleh jenis tertentu yang banyak dibutuhkan pasar.
“Untuk permintaan saat ini yang paling banyak adalah jenis plentong dan turbo. Insya Allah dengan jumlah industri yang ada, kami optimistis bisa memenuhi kebutuhan,” katanya.





