“Pembentukan karakter anak tidak bisa dilakukan secara instan atau parsial. Harus ada integrasi yang menyeluruh,” ujar Dr. Agil dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (6/6/2026)
Menurutnya, pendidikan karakter perlu dibangun melalui tiga aspek utama, yakni pemahaman moral (Moral Knowing), perasaan moral (Moral Feeling), dan tindakan moral (Moral Action). Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya memahami mana yang baik dan buruk, tetapi juga mampu menumbuhkan empati serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Dr. Agil menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat melalui konsep Tri Pusat Pendidikan yang diperkenalkan Ki Hajar Dewantara. Ia menilai penguatan karakter dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan sekolah, mulai dari pembelajaran di kelas, program kokurikuler, hingga keteladanan guru.
Dalam seminar tersebut, para guru juga diperkenalkan pada konsep Nonviolent Communication (NVC) atau komunikasi tanpa kekerasan. Pendekatan ini dinilai efektif untuk membantu siswa mengungkapkan perasaan dan kebutuhan mereka tanpa menggunakan kekerasan verbal maupun perilaku agresif.





