Dr. Agil turut mengingatkan tantangan baru yang dihadapi dunia pendidikan di era digital. Menurutnya, penggunaan gawai yang tidak terkontrol dapat memengaruhi perkembangan sosial dan emosional anak sehingga diperlukan pengawasan yang lebih optimal dari sekolah maupun orang tua.
Kepala SDN 09 Cibiru, Arip Hasanudin, S.Pd., SD., mengapresiasi inisiatif mahasiswa UPI yang menghadirkan seminar tersebut. Ia menilai kegiatan itu memberikan wawasan baru bagi para guru dalam membangun iklim pembelajaran yang lebih ramah dan inklusif.
Pihak sekolah bersama Guru Pamong Lediana Gustirani, S.Pd., juga berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan serta pembiasaan nilai-nilai karakter guna mencegah segala bentuk perundungan, baik fisik maupun verbal.
Bagi mahasiswa PGSD UPI Kampus Cibiru, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga selama menjalani P3K. Selain mengasah kemampuan mengajar, mereka juga belajar memahami pentingnya peran guru dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.





