Seminar Terbatas, Mahasiswi UIN Memotivasi Pendidikan di Wilayah Perbatasan

PURWAKARTAUPDATE.com | Menumbuhkan semangat menempuh dan melanjutkan pendidikan di pedesaan perlu di dorong oleh semua pihak. Pasalnya, kesadaran bersekolah di perdesaan apalagi terpencil sangat lah berbeda dengan di perkotaan yang  sangat tinggi.

Seperti halnya di Desa Parungbanteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta. Banyak anak-anak di Desa tersebut yang tak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Bahkan, masih banyak orangtua yang tidak peduli dengan pendidikan anaknya.

Itulah yang mendasari Tanissa Puti Rahmadiva, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, menggelar seminar terbatas bertajuk Motivasi Pendidikan di Era Pandemi Covid-19.

Kegiatan seminar yang hanya dihadiri perwakilan dari siswa SD dan SMP di Desa Parungbanteng itu digelar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan mendapat izin dari orang tua serta Kepala Desa setempat.

Tanissa mengatakan, kegiatan ini di gelar untuk memberikan motivasi kepada anak-anak di Desa Parungbanteng, Kecamatan Sukasari agar terus semangat melanjutkan pendidikan.

Baca Juga:  Gelar RUPS dan Pubex, PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) Ungkap Inisiatif Baru

Mahasiswi cantik yang mengambil jurusan Pengembangan Masyarakat Islam itu bercerita, mayoritas pemuda pemudi di Desa Parungbanteng ini putus sekolah setelah lulus SMP atau sederajat, maka dari itu ia melakukan Kuliah Kerja Nyata mahasiswa Dari Rumah (KKN DR) Sistem Pendampingan Masyarakat (Sisdamas) di Desa tersebut.

“Saya mendapat data di lapangan, banyaknya anak di Desa Parungbanteng yang putus sekolah dari mulai SD dan SMP. Alasannya diantaranya karena biaya, dan karena lebih tertarik kerja. Sedang bagi perempuan sudah menikah muda, dan bekerja menjadi ART di luar kota. Jadi semangat untuk melanjutkan pendidikannya relatif rendah,” tutur Tanissa, pada Jumat (27/8/2021).

Terlebih, Kata dia, metode pendidikan daring yang selama ini dijalankan selama pandemi covid-19, sedikit banyak mempengaruhi motivasi belajar anak. Bahkan, ada peserta didik yang merasa bosan dengan pola pembelajaran online.

Baca Juga:  Anggaran Belum Cair, Apa Kabar Pelaksanaan Pilkades di Purwakarta?

“Apalagi ditambah dengan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) atau daring dimasa pandemi covid-19 ini, membuat semangat belajar semakin menurun. Hal tersebut dikarenakan, banyak kendala PJJ seperti, sulitnya sinyal dan keterbatasan siswa yang memiliki gawai di daerah tersebut,” beber wanita cantik yang berdomisili di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta itu.

Maka dari itu, dirinya menggelar kegiatan seminar motivasi pendidikan di era pandemi covid-19 tersebut yang di bantu Komunitas Pencinta Alam Sukasari (Kompas) dan Osis SMPN 2 Parungbanteng.

Tanissa menjelaskan tantangan dunia pendidikan saat ini luar biasa. Dirinya takut ketika menghadapi situasi ini generasi ke depan seperti apa. Pasalnya, kuatir akan mengalami generasi yang kosong karena belum terbiasa pendidikan daring.

Baca Juga:  Jelang HPN 2022, Menteri LHK Ajak PWI Gaungkan Isu Kepedulian Lingkungan

“Dengan tindakan kecil yang saya lakukan ini bersama pembina kompas dan Osis smpn 2 Parungbanteng ini, saya berharap mindset anak anak disini menjadi memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikannya dan memiliki harapan akan menggapai cita-cita mereka,” tutur Mojang Kabupaten Purwakarta tahun 2021 tersebut.

Dirinya mengaku sangat terharu dan senang ketika mendengar salah satu siswi di SMPN 2 Parungbanteng yang ingin melanjutkan pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi.

“Saya senang kang ketika mendengar salah satu siswi SMPN 2 Parungbanteng yang bernama Lilis yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Saat saya bertanya ke Lilis, apa cita-citanya? Kemudian Lilis menjawab jika ingin melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi boleh teh? Lalu saya jawab tentu saja boleh, agar Lilis menjadi perempuan yang terdidik,” ucap Tanissa.(Gin)