Peristiwa

5 Fakta Tragis Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas di Tangan Preman

×

5 Fakta Tragis Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas di Tangan Preman

Sebarkan artikel ini
Olah TKP kasus pemilik hajatan tewas dikeroyok preman Purwakarta.
Ilustrasi pengeroyokan (Foto: Net)

PurwakartaUpdate.com, Purwakarta – Aksi premanisme berujung maut mengguncang warga Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta. Seorang pemilik hajatan tewas setelah sekelompok pemuda mengeroyoknya saat pesta pernikahan sang anak, Sabtu (4/4/2026).

Insiden tragis ini meledak karena korban berani tolak jatah preman (japrem) yang diminta oleh sekelompok orang yang diduga preman kampung di tengah acara pernikahan anaknya.

Polres Purwakarta kini bergerak cepat memburu para pelaku yang melarikan diri. Berikut adalah deretan fakta pilu terkait kasus pengeroyokan di Purwakarta tersebut:

1. Pesta Pernikahan Berubah Menjadi Duka

Keluarga Dadang awalnya menggelar resepsi pernikahan dengan penuh suka cita. Namun, suasana berubah mencekam saat sekelompok pemuda datang dan sengaja memicu keributan. Korban yang berusaha menenangkan keadaan justru menjadi sasaran utama penganiayaan para pelaku.

Baca Juga:  Bawaslu Purwakarta Tanggapi Top Up Saldo Sebagai Pelanggaran Money Politik

Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi mengonfirmasi dugaan keributan tersebut. Menurutnya, pemukulan itu mengakibatkan korban langsung jatuh tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.

2. Berawal dari Pemalakan Rp500 Ribu

Tragedi ini murni dipicu oleh aksi pemalakan secara terang-terangan. Adik korban, Wahyudin, menyebut bahwa para preman di Purwakarta itu awalnya meminta uang keamanan.

Ia mengungkapkan pihak keluarga sempat memberikan Rp100 ribu, namun kelompok tersebut kembali menodong uang Rp500 ribu satu jam kemudian.

“Saya itu dimintai uang, istilahnya dipalak. Pertama dikasih Rp 100 ribu,” ujar Wahyudin. Penolakan korban terhadap permintaan kedua inilah yang menyulut aksi pengeroyokan terhadap korban.

Baca Juga:  Rapat Paripurna DPRD Purwakarta, Anne Ratna Mustika Sampaikan LKPJ 2022

3. Pengeroyokan Secara Brutal di Luar Tenda

Konflik memanas hingga bergeser ke area luar tenda resepsi. Wahyudin menyaksikan kakaknya dikeroyok oleh tiga orang pemuda secara brutal.

Bahkan, Wahyudin sendiri mengaku sempat menjadi sasaran serangan kelompok yang diperkirakan berjumlah delapan orang.

“Setelah tidak dikasih, terjadi keributan. Kakak saya dikeroyok tiga orang,” tutur Wahyudin.

Akibat luka parah yang diderita, Dadang mengembuskan napas terakhirnya meski sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat.

4. Hantaman Belahan Bambu di Kepala

Penyidik kepolisian menemukan bukti kekerasan fisik yang sangat fatal di tempat kejadian perkara. Berdasarkan hasil olah TKP, para pelaku menggunakan alat bantu berupa belahan bambu untuk melumpuhkan korban secara sadis.

Baca Juga:  Berbagi di Hari Asyura, Warga RW 08 Purwamekar Santuni Anak Yatim dan Dhuafa dengan Penuh Cinta

“Dari TKP kita menemukan sebuah belah bambu ya, bambu yang dipukulkan ke sekitar kepala korban,” jelas AKP Enjang Sukandi.

Hantaman benda tumpul pada bagian vital tersebut diduga kuat menjadi penyebab utama korban kehilangan kesadaran.

5. Polisi Sudah Kantongi Identitas Pelaku

Satreskrim Polres Purwakarta memastikan pengejaran pelaku menjadi prioritas utama. Hingga saat ini, tim gabungan terus melakukan pemeriksaan maraton terhadap saksi-saksi dan mengidentifikasi anggota kelompok pengeroyok yang melarikan diri.

“Sudah teridentifikasi pelaku yang melakukan peristiwa penganiayaan tersebut,” tegas Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Uyun Saeful Uyun.

Pihaknya berkomitmen menindak tegas para pelaku demi menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Purwakarta.(red)

https://bumimineralsulawesi.com/smelter

https://enspirestudio.com/about/

https://catalog.widyagama.ac.id/

https://library.akfarsurabaya.ac.id/

dewaslot88

https://dentiloquent.com/category/blogs/

Aceplay99

Aceplay99

https://bearmarketleader.com/

https://www.nabire.net/hubungi-kami/

https://www.nasmocojogja.net/konsumen-toyota-jogja/

https://devbook.net/work/

https://indomedia.net.id/layanan/media-sosial/