Di sisi lain, dia menekankan agar tindakan negatif yang dilakukan oleh individu tidak digeneralisasi sebagai citra para ustad secara keseluruhan.
“Jangan sampai menimbulkan kesan negatif kepada para ustad secara umum, karena ustad ataupun guru ngaji yang baik dan tertib itu jumlahnya sangat banyak. Kalau ada oknum yang berulah, ya hukumlah yang akan menentukan.” Ucap Kiai John.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, dua mengaku bahwa pihaknya akan mengambil beberapa langkah agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Hal yang diharapkan bisa dijalankan adalah melakukan verifikasi dan sertifikasi terhadap ustad atau guru ngaji.
“Saya berharap para ustad dapat memperoleh sertifikasi keustadzannya dari Kementerian Agama dan MUI. Terlepas dari apakah mereka menjadi da’i biasa, guru ngaji, khatib, atau peran keagamaan lainnya. Hal ini sangat penting, terutama mengingat perkembangan situasi belakangan ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kiai John mengajak masyarakat Purwakarta untuk turut serta berperan aktif dalam mengawasi lingkungan pendidikan serta tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan.
Di berharap, dengan pengawasan yang kuat dan keterlibatan semua pihak, kasus serupa tidak kembali terulang, sehingga lembaga pendidikan benar-benar menjadi tempat yang aman dalam mencetak generasi masa depan bangsa.





