Selain itu, penggunaan ilustrasi dan visualisasi dalam pemberitaan juga dinilai tidak mencerminkan etika serta kepatutan dalam ruang publik.
Menurutnya, praktik semacam ini berpotensi merusak kepercayaan publik serta mencederai prinsip-prinsip jurnalisme yang seharusnya menjunjung tinggi keberimbangan dan akurasi.
“Kebebasan pers harus dihormati, tetapi tidak boleh digunakan untuk membangun opini yang menyudutkan tanpa dasar yang berimbang,” ujarnya.
Sebagai bentuk sikap tegas, DPW Partai NasDem Jawa Barat mendesak media yang bersangkutan untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka serta melakukan klarifikasi dan pemuatan hak jawab secara proporsional.
NasDem juga menegaskan akan mempertimbangkan langkah lanjutan melalui mekanisme yang berlaku apabila tuntutan tersebut tidak diindahkan.





