Menurutnya, terdapat sekitar 40 ribu rumah tidak layak huni yang akan direnovasi. Dengan kebutuhan rata-rata 300 genteng per rumah, total permintaan mencapai sekitar 12 juta unit. Dengan harga genteng sekitar Rp2.300 per unit, nilai perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp26–27 miliar.
Selain itu, program rumah subsidi di Jawa Barat juga menyumbang permintaan besar. Dari sekitar 62 ribu unit rumah subsidi, setiap rumah membutuhkan sekitar 700 hingga 750 genteng, sehingga total kebutuhan mencapai puluhan juta unit.
“Permintaannya jelas ada. Ini peluang besar bagi UMKM. Saya minta para pelaku usaha serius meningkatkan produksi, kualitas, dan estetika. Perizinan juga harus segera diselesaikan dalam dua minggu,” tegasnya.
Maruarar juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan tenaga kerja. Ia meminta agar program ini tidak hanya menguntungkan pengusaha, tetapi juga berdampak langsung pada kenaikan upah buruh.





