Untuk harga, sapi dengan bobot di bawah 400 kilogram dibanderol mulai Rp23 juta, khususnya untuk jenis Limosin dan Simental. Sementara sapi termahal merupakan jenis Simental dengan gen keturunan asli dan bobot mencapai 800 kilogram yang dijual seharga Rp75 juta.
“Penjualan sapi kurban tahun ini memang mengalami penurunan daya beli sekitar 20 hingga 30 persen. Penyebabnya karena harga sapi terus naik, rata-rata antara Rp1 juta hingga Rp4 juta per ekor untuk semua jenis. Selain itu, harga pakan juga ikut mengalami kenaikan,” ujar Khadapi.
Meski kondisi pasar sedang lesu, Khadapi tetap optimistis penjualan akan terus meningkat hingga mendekati Idul Adha. Pasalnya, sekitar 60 persen stok sapi miliknya telah berhasil terjual.
Untuk menarik minat pembeli, pihaknya juga memberikan sejumlah layanan tambahan. Sapi yang telah dibeli tetap dipelihara di kandang hingga waktu pengiriman, lengkap dengan garansi kesehatan, garansi kematian, garansi bobot, serta pemberian pakan organik hasil budidaya sendiri.





