Untuk para pelajar yang melakukan tindakan tak beradab itu, kata Gilang, harusnya jangan diberikan sanksi tapi lebih kepada pembinaan yang ketat.
“Pendidikan itu tidak sekedar berbicara soal sanksi, tapi juga pendidikan itu seyogyanya berbicara pembinaan, pembelajaran dan pembentukan karakter. Jadi saya kira jika melihat situasi seperti ini, maka perlu adanya kolaborasi dalam melakukan pembinaan terhadap siswa yang melakukan pelanggaran. Dan itu menjadi tanggungjawab bersama antara pihak sekolah dan orang tua siswa,” tuturnya.
Gilang menyebut pembentukan karakter itu tidak hanya dibentuk oleh sekolah, tapi juga oleh lingkungan masyarakat.
“Jadi menurut saya, ini perlu adanya kolaborasi atara orang tua, sekolah dan lingkungan. Jadi perlu adanya pembinaan bersama dalam pembentukan karakter pelajar. Kalau saja hanya diberikan sanksi, saya rasa itu tidak akan merubah secara signifikan sikap maupun karakter anak tersebut,” beber Gilang.
Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan pendidikan bukan hanya seberapa tinggi nilai yang diraih, tetapi seberapa baik sikap yang ditunjukkan. (*)





