
“Jika paparan berat dan berlangsung lama, risiko kematian meningkat karena kerusakan organ total maupun infeksi sekunder,” tambahnya.
Tidak hanya ternak, para peternak juga rentan terdampak. Bahaya kimia dan fisik di TPA dapat menimbulkan iritasi kulit, penyakit pernapasan, hingga risiko kecelakaan kerja akibat minimnya perlindungan diri.
Bagi konsumen, risiko kesehatan lebih berbahaya karena daging maupun susu dari ternak TPA dapat terkontaminasi logam berat dan patogen berbahaya.
“Pencegahan lebih baik daripada mengobati. Jangan biarkan sapi mencari makan di TPA, sediakan pakan bersih dan sehat. Kesehatan ternak yang baik sama dengan kesehatan manusia yang terlindungi,” tegas Wini.
Melalui sosialisasi ini, Diskanak Purwakarta berharap para peternak lebih memahami bahaya laten yang ditimbulkan dari pemeliharaan ternak di TPA, sekaligus mendorong kesadaran bersama untuk menjaga keamanan pangan asal hewan. (red)





