Debt Collector Kerap Resahkan Masyarakat, MPC PP Purwakarta Minta Polisi Turun Tangan

Aksi debt collector banting anggota Pemuda Pancasila di Purwakarta. (Foto: suarajabar.id)

Purwakarta Update | Terkait aksi sejumlah debt collector atau mata elang yang kerap merasahkan masyarakat yakni main rampas sepeda motor di jalan raya, Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Purwakarta meminta pihak kepolisian segera turun tangan.

Terbaru, sebuah video yang memperlihatkan aksi mata elang mengambil paksa motor milik Radi Supriadi di Sadang, Kabupaten Purwakarta viral di media sosial. Aksi tersebut berujung terjadinya baku hantam antara mata elang dan anggota PP.

“Para debt collector yang juga dikenal dengan sebutan mata elang, akhir-akhir ini tingkahnya makin meresahkan. Pihak berwajib harus segera turun tangan menertibkan,” ujar Sekretaris MPC PP Kabupaten Purwakarta, Asep Kurniawan, Minggu (6/6/2022).

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pemotongan Jaspel Kesehatan, Kejari Purwakarta Periksa 30 Orang

Kang Fapet sapaan akrabnya, menilai aksi arogansi mata elang di jalanan tersebut sudah membuat masyarakat resah. Menurutnya, mata elang tidak bisa main rampas motor orang atau nasabah yang menunggak sembarangan meski ada perintah dari leasing, harus ada mekanisme yang ditempuh.

“Salah satu yang wajib dipenuhi adanya perjanjian jaminan fidusia, yakni perjanjian hutang piutang kreditor kepada debitor yang melibatkan penjaminan sesuai dengan hukum dan perundangan yang berlaku saat dilakukan perjanjian fidusia,” katanya.

Baca Juga:  Terkait Dugaan Gratifikasi, Bupati Bersama Sekda Purwakarta Datangi Kejaksaan Negeri

Dia mengatakan, Kementerian Keuangan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran fidusia bagi perusahaan pembiayaan, telah melarang leasing atau perusahaan pembiayaan utk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak kredit kendaraan.