Empat Penjual Obat Terapi Covid-19 Diatas HET di Purwakarta Ditangkap Polisi

Kapolres Purwakarta gelar konferensi pers di Mapolres Purwakarta. (Foto: JabarNews)

PURWAKARTAUPDATE.com | Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta menangkap empat orang penjual obat untuk terapi pasien Covid-19 dengan harga diatas eceran tertinggi (HET) yang telah ditentukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kapolres Purwakarta, AKBP Suhardi Hery Haryanto menggunakan, pihaknya menangkap penjual obat Actemra Tocilizumab 400 mg/20 ml yang menjual obat di atas HET yang ditentukan Kemenkes RI.


Suhardi menyebut ada empat tersangka telah ditangkap dalam kasus ini. Mereka masing-masing tiga orang pria berinisial IK (29), FS (40), M (44) dan seorang wanita berinisial EN (33).

Baca Juga:  Kapolres Purwakarta: Masyarakat Jangan Terpengaruh Hoax Terkait Vaksinasi Covid-19

“Kita ketahui masyarakat membutuhkan obat terapi Covid-19, tapi ternyata banyak penjahat dengan menaikkan HET. Dari sini kami mengamankan empat orang, yang satu diantara seorang wanita. Ke empat pelaku merupakan warga luar Kabupaten Purwakarta,” ucap AKBP Suhardi, saat menggelar konferensi pers di aula Sarja Arya Rancana, Mapolres Purwakarta, pada Senin (20/9/2021).

Sebagian diketahui, kata Kapolres, Actemra Tocilizumab 400 mg/20 ml merupakan obat digunakan untuk pasien yang terinfeksi virus Covid-19 dengan gejala berat.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi: Jangan Ada Multitafsir Soal Larangan Mudik

“Awalnya, pada 10 September 2021 Unit IV Tipiter Sat Reskrim Polres Purwakarta mengamankan seseorang pria berinisial IK di rest area tol Cipularang KM 72 B, persisnya di Desa Cigelam, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta. Yang mana IK, telah menjual dua vial obat Covid-19 Merek Actemra dengan harga diatas harga eceran tertinggi,” jelas Suhardi.