“600 truk di bulan Mei,” ujarnya singkat.
Program gentengisasi sendiri merupakan bagian dari kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penggunaan material hunian yang lebih sehat dan ramah lingkungan, menggantikan atap berbahan seng dan asbes.
Sejalan dengan itu, Dedi menegaskan bahwa Jawa Barat sejak lama telah mengkritisi penggunaan material tersebut, terutama dari sisi estetika dan kenyamanan hunian.
“Jawa Barat itu dari dulu sudah mengkritisi rumah yang pakai asbes dan seng, karena secara tampilan tidak sesuai dengan prinsip estetika,” ujarnya saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung.
Dengan dorongan ini, genteng Plered diharapkan tidak hanya menjadi produk unggulan daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus menggerakkan perekonomian para perajin lokal. (Red)





