Ia juga menilai, keterlibatan lebih banyak sentra produksi akan berdampak pada efisiensi distribusi serta memperkuat rantai pasok material bangunan secara keseluruhan.
Sementara itu, Maruarar menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyebut kualitas genteng dari Jawa Barat telah terbukti dan memenuhi standar untuk kebutuhan program nasional.
“Kemarin hasilnya bagus, kualitasnya baik, harganya masuk. Awalnya ada 14 truk, nanti bulan ini disiapkan jadi 600 truk,” kata Maruarar.
Peningkatan distribusi tersebut ditargetkan mulai berjalan penuh pada Mei 2026 untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dan renovasi rumah rakyat di berbagai wilayah.





