Ia menegaskan, semangat Kartini tidak boleh berhenti sebagai slogan semata, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam berbagai sektor, mulai dari sosial, politik, hingga dunia kreatif.
“Kami ingin memaknai bahwa Kartini itu bukan hanya simbol, tetapi gerakan yang terus hidup. Perempuan di Purwakarta harus mampu menginspirasi, baik dari bidang politik, sosial, hingga dunia hiburan,” jelasnya.
Lebih jauh, Neng Supartini menekankan pentingnya peran perempuan dalam keluarga sebagai fondasi lahirnya generasi unggul. Ia menilai, dari tangan seorang perempuan, khususnya ibu, akan lahir generasi yang mampu membawa perubahan bagi bangsa.
“Dari perempuan, khususnya sebagai ibu, akan lahir generasi yang diharapkan mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik ke depan,” tambahnya.





