Dalam proses pemilihan perempuan inspiratif, panitia melakukan seleksi ketat dari sekitar 60 peserta hingga tersaring menjadi 18 finalis. Penilaian dilakukan berdasarkan berbagai aspek, seperti kontribusi sosial, peran aktif di lingkungan, serta dukungan publik melalui polling.
Ia juga mengapresiasi banyaknya perempuan muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik atau karier, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sosial, seperti mengembangkan program pendidikan dasar dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak perempuan inspiratif yang lahir dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya. Selain itu, semangat Kartini diharapkan terus hidup dan berkembang dalam upaya mewujudkan generasi emas Indonesia. (Riyan Kurnia)





