“Ini adalah bentuk kebersamaan kami, bergandengan tangan antara pemerintah, aparat penegak hukum, sekolah, dan orang tua untuk menjaga serta mempersiapkan anak-anak Purwakarta agar menjadi generasi yang berguna bagi bangsa,” tambahnya.
Terkait isu kasus viral yang sempat mencuat sebelumnya, Apsari Dewi mengakui bahwa kegiatan ini memiliki keterkaitan, namun tetap merupakan agenda yang telah dijadwalkan secara rutin.
“Ada kaitannya, tetapi kegiatan ini memang sudah terjadwal. Ini bahkan sudah yang kedua kalinya tahun ini kami hadir di SMAN 1 Purwakarta. Kami juga akan terus melaksanakan program serupa di SMP dan sekolah lainnya,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya pemahaman batas antara etika pendidikan dan tindak pidana, baik bagi siswa maupun orang tua. Menurutnya, setiap profesi, termasuk guru, memiliki aturan dan kode etik tersendiri yang harus dipahami bersama.





