Dikabarkan Hilang, Ternyata Nelayan Jatiluhur Terjebak Tumpukan Eceng Gondok

PURWAKARTAUPDATE.com | Seorang nelayan bernama Amar (56), warga Dusun Kampung Cilipa, Desa/Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta sempat dinyatakan hilang di waduk Jatiluhur, pada Selasa (22/6/2021).

Warga dibantu regu penyelamat kemudian menyisir sekitaran waduk Jatiluhur. Kemudian korban ditemukan di perbatasan Kecamatan Sukasari dengan Kecamatan Tegalwaru.

“Kami menerima informasi pada Selasa (22/6/2021) jam 21.00 WIB, dan kami bersama masyarakat Sukasari melaksanakan evakuasi pencarian,” tutur Dandim 0619/Purwakarta, Letkol Arm Krisrantau Hermawan melalui Babinsa Desa Sukasari, Koptu Eru Swandino, pada Rabu (22/6/2021).

Berdasarkan data yang dihimpun, Amar mengantar penumpang ke Kampung Kiaralawang, Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru setelah selesai mengantar amar balik di tengah perjalanan hujan angin ditambah baling-baling perahu patah dan terombang ambing di tengah danau Jatiluhur, yang menyebabkan Amar tak pulang.

Baca Juga:  BPBD Purwakarta Ingatkan Masyarakat Untuk Waspada Hujan Lebat dan Puting Beliung

Keluarga akhirnya melaporkan kejadian ini ke warga lainnya dan dilakukan pencarian.

“Karena terkendala hujan deras dan angin kencang evakuasi pencarian karna dihentikan sementara,” tutur Eru

Ia menambahkan, pada Rabu, 23 Juni 2021 pagi proses evakuasi dilanjutkan kembali bersama masyarakat dengan mengerahkan 3 perahu kayu.

“Pada pukul 10.00 WIB, bapak Amar di temukan dalam keadaan lemas oleh masyarakat. Kemudian di Korban segera dievakuasi ke daratan dan dibawa ke kediaman korban di Desa Sukasari,” ungkapnya.

Baca Juga:  Hujan Deras di Wanayasa Akibatkan Tembok Penahan Tanah Longsor Menutupi Jalan

Diktahui, Korban terjebak eceng gondok selama 22 jam, sejak Selasa, 22 Juni 2021 pukul 12.00 WIB hingga ditemukan pada Rabu 23 Juni 2021 pukul 10.00 WIB.

“Dengan terkendala Eceng gondok yang menebal Alhamdulillah evakuasi bapak amar aman dan selamat,” tutur Eru.

Terpisah, Pemuda asal Kecamatan Sukasari, Runda mengatakan Insiden nelayan terjebak eceng gondok di Waduk Jatiluhur terjadi bukan kali ini saja.

“Banyak korban terjebak eceng gondok. Kami meminta pemerintah maupun aparatur yang berwenang agar serius mengenai penangan eceng ini supaya tidak ada lagi orang yang terjebak dalam eceng gondok sampai mengorbankan nyawa,” harap Runda.

Baca Juga:  Hendak Turun ke Danau, Warga Cirata Temukan Mayat Mengambang Berbaju Gamis

Ia mengungkapkan, eceng gondok juga menghambat mobilitas warga Sukasari yang menggunakan transportasi air.

“Jalan darat belum masih rusak, jalan air banyak eceng gondok. Saat perahu masih menjadi transportasi andalan masyarakat Sukasari,” keluhnya.(Gin)