Dalam sesi pembinaan, kata dia, Polsek Sukatani memberikan teguran sebagai peringatan keras bagi para remaja. Aparat
“Kami juga menegaskan bahwa kesempatan ini adalah peringatan terakhir. Jika mereka kembali terlibat dalam aksi serupa, konsekuensi hukum akan diberlakukan tanpa toleransi. Jadi jika kemudian hari para remaja ini kembali melakukan hal serupa, pihaknya akan memprose dengan aturan yang berlaku,” tegas Asep.
Kapolsek mengingatkan bahwa kejadian ini menjadi alarm bagi semua pihak, terutama orang tua.
“Kita harus lebih aktif dalam mengawasi anak-anak, baik dalam pergaulan maupun penggunaan media sosial,” ujarnya.
Asep juga meminta kepada para orangtua dan pihak sekolah untuk bekerja sama untuk lebih memberikan pengawasan kepada anak agar tidak terlibat tawuran pelajar.
“Kendati sudah serahkan, kami minta orang tua dan pihak sekolah untuk memberikan pembinaan dan pengawasan terhadap mereka. Terutama pada jam pulang sekolah, harus senantiasa dicek keberadaan mereka,” ucap Eks Kapolsek Campaka itu.
Asep menambahkan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat yang telah memberikan informasi, sehingga polisi bisa dengan cepat mencegah terjadinya aksi tawuran yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat.
“Kepada warga masyarakat silahkan laporkan apabila akan adanya kejahatan atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, insya Allah kami respon cepat,” tegas Asep.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, seluruh remaja yang terlibat menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Momen paling emosional terjadi di akhir acara ketika para pelaku tawuran diminta untuk meminta maaf kepada orang tua mereka dengan cara sungkem. Tangis haru pun pecah di antara mereka, menciptakan kesadaran mendalam atas tindakan yang telah mereka lakukan. (*)
Terduga pelaku tawuran saat diserahkan kepada orang tua. (Foto: Dok Polsek Sukatani)





