Berbeda dengan Muscab yang lebih menitikberatkan pada proses penjaringan aspirasi kader di tingkat cabang, UKK diposisikan sebagai instrumen penyaringan strategis oleh struktur wilayah untuk memastikan figur terpilih memiliki kesiapan menghadapi dinamika politik ke depan.
Salah satu peserta UKK, H. Sona Maulida Roemardhie, menilai tahapan ini sebagai momen penting untuk menguji arah dan kualitas kepemimpinan kader PKB.
“UKK ini bukan sekadar prosedur, tapi forum untuk menguji gagasan, komitmen, dan kesiapan memimpin. Di sini kita dinilai secara menyeluruh, bukan hanya soal dukungan, tapi juga kapasitas,” ujarnya.
Ia menegaskan, hasil UKK akan sangat menentukan rekomendasi yang disampaikan DPW kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, yang memiliki kewenangan akhir dalam menetapkan ketua DPC.





