Wow..Balon Kades Lebak Anyar Catut Nama Bupati Terkait Pencabutan Listrik KWh

PURWAKARTAUPDATE.com | Bakal calon kepala desa Lebak Anyar Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta saling lempar tanggung jawab mengenai dicabutnya listrik kwh oleh pegawai PLN di Kampung Krajan, Desa Lebak Anyar.

Sebab, pemasangan Kwh itu dibiayai dari Dana Desa 2019 yang di implementasikan melalui program yang sudah sepaket dengan Saluran Air Bersih (SAB). Selain itu awal pengajuan mendaftar untuk pemasangan kWh di PLN Gardu CBU Cibatu tetapi terpasang di Gardu CBU Desa Lebak Anyar Pasawahan.

Berdasarkan video yang diterima di meja redaksi, terlihat pencabutan listrik kwh oleh pegawai PLN di wilayah Rt 10/04 Kp. Krajan, Desa Lebak Anyar dengan durasi 12 detik.

“Betul pak, awal pengajuan SAB ke pihak desa yang di ambil dari anggaran DD tahun 2019 peruntukan program pengadaan air bersih beserta pemasangan instalasi listriknya sekitar 17 juta, untuk penanggung jawab itu sendiri adalah kepala dusun II yaitu bapak Endang Calon Kades (Balon),” terang salah satu warga enggan di sebut namanya.

Baca Juga:  Mendebarkan! Suami Istri, Bapak dan Anak Saling Lawan di Pilkades Purwakarta

Lanjut ia menerangkan, kwh listrik di pasang orang instalatir warga setempat. Waktu itu Kadus yang maju untuk mengurus pemasangan listrik dari tahun 2019. Namun, sering terlihat pegawai PLN yang mundar mandir mengecek Kwh tersebut hingga akhirnya di tarik oleh pihak PLN pada Selasa (25/05/2021) kemarin.

Saat di Konfirmasi, Kepala Desa Lebak Anyar Sopyana melalui sambungan whatsapp justru ia melemparkan persoalan ini ke pihak instalatir orang yang diperdayakan untuk pemasangannya.

“Yang jadi permasalahan itu adalah orang instalatirnya, karena saya (Sopyana-red) memperdayakan orang instalatir warga setempat, kalau tidak ke Dusun aja saya mau ke Karawang orang tua sakit kang,” jelas kades Sopyana yang juga akan mencalonkan kembali di bursa Pilkades Lebak Anyar.

Menurutnya, yang memanggil orang instalatir setempat itu adalah dusun.”Ya kang dusun yang memanggil”. ucap kades ke awak media.

Baca Juga:  Tahapan Pemilu 2024 Dimulai, Petugas Bawaslu Purwakarta Gelar Apel Siaga Pengawasan

Sementara, Kepala Dusun II Desa Lebak Anyar saat dikonfirmasi awak media terkait pencabutan Listrik PJU dan data pendaftaran di PLN tercatat di Gardu CBU Cibatu/Campaka.

Ia pun menyalahkan pihak PLN karena menurutnya pengajuan awal memang untuk di desa Lebak Anyar Rt 10 Rw 04. “Sekarang sudah di pasang lagi,” ucap Kadus II Endang yang juga akan maju menjadi Cakades, Kamis (27/05/2021).

Saat di konfirmasi lebih mendalam, Endang justru seakan melawan dan mencatut nama Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika karena merasa bahwa Istrinya kerja di Bagian rumah tangga Pemda Purwakarta.

“Kamu media apa.? nanti saya kediskominfo, istri saya juga sering sama bupati, suka bareng sama ambu Anne, istri saya bagian rumah tangga di pemda,” jelas Kadus ke awak Media.

Ditempat terpisah, pihak PLN bagian P2TL Nunung saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa ia justru menanyakan balik kepada pihak kadus kenapa bisa begitu.

Baca Juga:  Panitia Pilkades Purwakarta Gelar Penetapan dan Pengundian Nomor Urut Cakades

Berikut kutipan percakapan antara PLN dengan Kadus II Endang :

Pihak PLN : Pak, ini sebetulnya alamat harusnya dimana.?

Pihak Kadus : Disini, di kampung krajan RT 10.!

PLN : Waktu itu pasangnya siapa kesini.?

Kadus : Masyarakat setempat.!

“Saya kebingungan karena nama pendaftar atas nama Sopyana (Kades) tetapi yang datang Endang (kadus),” kata Nunung usai menjelaskan percakapan dirinya dengan Kadus II Endang.

Masih kata Nunung, Pak tadi yang datang ke sini itu siapa namanya Sopyana apa siapa.? sambil melihat data yang penuh keheranan.

Berdasarkan data berita acara dari PLN, jelas bahwa pendaftar atas nama Sopyana, Kwh seharusnya terpasang di Gardu CBU Cibatu/Campaka ternyata terpasang di Kp. Krajan Rt 10 Desa Lebak Anyar.

Lanjut pemantauan awak media bahwa data di PLN pemasangan instalasi Listrik bukan di Rt 10, namun tertulis dalam data PLN ternyata di Rt 11/4 Kp Krajan.