Ia menjelaskan pembangunan mushola akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak. Menurutnya, pengembangan fasilitas ibadah yang sudah ada lebih efektif dibandingkan membangun struktur kelembagaan baru.
“Kami ingin membangun masjid yang ada jamaahnya, tempat anak-anak ngaji, tempat ibadah rakyat di situ,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga menyoroti perubahan fungsi sebagian masjid yang dinilainya mulai bergeser dari pusat spiritualitas menjadi destinasi kunjungan semata.
Menurutnya, esensi masjid seharusnya tetap menjadi tempat umat mendekatkan diri kepada Tuhan, bukan sekadar lokasi untuk beraktivitas sosial atau berwisata.
“Kalau masjid sarana rekreasi bukan sarana spiritualitas, maka masjid hanya akan menjadi tempat selfie bukan tempat tafakur,” katanya.





