Haru, Kisah Perjuangan Nakes Purwakarta yang Sempat Terpapar Covid-19

PURWAKARTAUPDATE.com | Masih dalam dimomen hari kemerdekaan RI ke-76 ini, selain mengingat para pahlawan yang telah berjasa, masyarakat di tanah air juga saat ini harus mengapresiasi para tenaga medis.

Mereka adalah pahlawan garis terdepan dalam menangani pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun terakhir ini.

Para tenaga kesehatan ini tengah berjibaku dan bertaruh nyawa demi kesehatan para pasien terpapar virus corona.

Seperti halnya, Dewi Yulianti salah seorang tenaga kesehatan yang berbagi pengalaman dalam bertugas di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Budidaya Jamur Tiram Bagi Pemula, Begini Triknya!

Dewi mengaku bertugas menjadi tenaga kesehatan di masa pandemi Covid-19 tidaklah mudah. Harus rela menahan panas selama memakai alat pelindung diri dan merasa takut membawa virus ketika pulang ke rumah.

“Rasa takut ada apalagi pas awal-awal,” ujar bidan yang bertugas di wilayah Puskesmas Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta itu, pada Kamis (19/8/2021).

Dewi mengungkapkan, kondisi yang dialaminya itu tidak membuat dirinya patah semangat dalam melawan pandemi agar segera berakhir, meski pernah terpapar Covid-19 akibat sering penangani pasien.

Baca Juga:  Kiat Mengatasi Gangguan Kecemasan Berlebih Dengan 3 Cara Ini

“Ketika terpapar yang dirasakan pertama kali yaitu demam, flu, batuk, dan anosmia (hilang Indra penciuman). Saya isolasi mandiri di rumah selama dua minggu,” ucap perempuan berusia 30 tahun akrab disapa Bidan Dewi itu.

Dia mengatakan, ketika sudah sehat kembali bertugas melayani masyarakat dan keluarga mendukung itu. Hanya mengingatkan agar lebih safety agar tidak kembali terpapar Covid-19.

“Alhamdulillah semua keluarga mendukung sepenuhnya,” ucap Bidan Dewi.(Gin)