“Motifnya adalah keinginan untuk menunjukkan eksistensi diri dan mencari pengakuan atau validasi di dalam komunitas mereka. Selain itu, aksi tawuran ini juga dijadikan konten untuk diunggah ke media sosial masing-masing,” jelasnya.
Peristiwa bermula ketika salah satu kelompok melalui akun Instagram mencari lawan untuk tawuran sekitar pukul 16.00 WIB. Tantangan tersebut kemudian direspons oleh kelompok lain, hingga akhirnya disepakati waktu dan lokasi pertemuan.
Sekitar pukul 21.00 WIB, kelompok pelaku yang berjumlah delapan orang lebih dulu tiba di lokasi kejadian dan menunggu kedatangan kelompok lawan. Setibanya di lokasi, kedua kelompok langsung terlibat tawuran menggunakan berbagai jenis senjata tajam, seperti parang, samurai, celurit, dan gobang.
Akibat bentrokan tersebut, korban RL mengalami luka serius dan langsung dilarikan oleh rekan-rekannya ke RS Ramahadi Purwakarta untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah adanya korban luka, kedua kelompok membubarkan diri.





